Toni, Pahlawan Reformasi


Toni merasa tidak perlu penghargaan. Sebab kata dasar penghargaan adalah "harga". Rakyat sudah pusing dan mumet dan pening-pening sampai mengalami suatu diare karena soal harga. Jadi, Toni sampai ke Gedung Putih di Amrik sono selalu teriak-teriak dengan menggunakan manuver Rock n Roll, bahwa soal harga telah membunuh banyak manusia.

Tapi begitu ya, Papi Clinton selalu saja memujiku sebagai Pahlawan Reformasi. Saat acara kondangan di rumah pakdhe Steven Spielberg yang sutradara Warkop DKI, dia menyebut Toni begitu di depan banyak orang. Toni merasa sedikit merasa malu, cat shy atau Cathy Sharon, malu kucing.

Sambil makan gudeg di halaman pakdhe Steven, kita melakukan bicara enam mata. Aku, Papi Clinton dan pakdhe ngomongin soal reformasi di Indonesia.

"Iku fenomena menarik. Mbok ya kok bisa Toni bisa sukses laksanakan reformasi di Indonesia? Ada rahasianya? Setahuku, sebenarnya gak mudah menggulingkan Soeharto toh?" Tanya Papi Clinton padaku di depan pakdhe Steven. Aku tahu, maksud Papi supaya Steven tahu bahwa Toni adalah motor dari Gerakan Reformasi. Gerakan yang notabenenya karena repot nasi, atau repot cari nasi yang memberi inspirasi.

"Sing penting reformasi sudah Toni gerakkan di sana, Papi. Bagiku, dengan pola-pola kondominium, aku sudah lakukan yang terbaik untuk rakyat. Tapi, ada hal yang harus Toni klarifikasi atau suatu clarify, bahwa Pak Harto sama sekali tidak terguling. Sebab aku tahu pasti Pak Harto asing memeluk guling saja ketika sekomplotan mahasiswa jenius aku suntik KB, maksude komunisme basis. Meski sedikit bertentangan dengan Pancasila, namun, secara sudut pandang ilmu kedokteran, hal itu sah saja dilakukan secara intuitif!." Terangku blank-blankan, maksudnya blak-blakan.

Efek penjelasanku, pakdhe Steven menatapku kagum. Dari sana ia juga menyebut dalam bahasa Inggris fasih, meski dulu ia tetanggaku saat masih di Jogja dan medok abis bahasa Jawanya."You're the real pahlawan reformasi, Ton!"

"Anyway, apa tuntutan paling penting yang kamu ajukan waktu itu?

Sigap aku jawab karena itu penting sebagai tanda kualitas intelektualitas,"Turunkan harga rokok!"
[postlink] https://separatosclan.blogspot.com/2011/07/toni-pahlawan-reformasi.html[/postlink]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Separatos Clan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger